Nasehat Jiwa

0
22.01
Jiwa sepertilah sebuah ladang, yang harus disirami oleh tetesan hujan hikmah dan nasehat, sehingga tidak gersang serta tandus. Betapa merananya jiwa-jiwa yang gersang, karena sesungguhnya jiwa yang tandus tak akan mampu merasakan arti kebahagiaan dan merasakan inti kehidupan. Jika kita melihat padang pasir yang tandus, terbalut debu-debu duniawi yang menutupi cahaya sejati jiwa, maka kita akan mengerti, betapa nasehat dan kata kata mutiara untuk mengingatkan arti kehidupan kita sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa kata mutiara yang untuk direnungkan didalam hati dan jiwa anda yang mungkin bisa bermakna bagi perjalanan hidup kita. Saya menyadari bahwa nasehat-nasehat ini hanyalah seperti dan hanya sebanyak setitik air, namun walau begitu, akan terasa berharga jika setetes embun itu hadir dihadapan seorang musafir yang tersesat di sebuah padang jiwa yang gersang kering kerontang.
Kata Mutiara Nasehat Jiwa (di angkat dari berbagai perkataan para Ulama, hadist dan buku-buku islami) Kehidupan itu sebenarnya berada diantara dua hal yang sangat menakutkan, yaitu dosa-dosanya di masa lalu, yang ia tak tahu apa yang akan diperbuat Allah atasnya kelak, dan sisa umurnya yang ia tak tahu apa yang akan terjadi. "Bodohkah kita? Saat kita begitu memperdulikan makanan jasmani yang masuk kedalam diri kita, menolak dan berpantangan masuk kedalam perutnya terhadap makanan yang mampu merusak tubuh, namun membiarkan masuk makanan-makanan rohani yang bisa merusak jiwa" Sesungguhnya dihari ketika semuanya diciptakan berpasangan, maka dipasangkanlah kemalasan dengan kelemahan, dan dari keduanya lahirlah kemelaratan. "Saat kita takut akan sakitnya panas api, kenapa kita membiarkan bara api kemarahan dan kebencian menyakiti jiwa kita?" Meminta kepada orang lain adalah penistaan dalam kehidupan, merusak kebersahajaan, merendahkan martabat manusia, dan merupakan bentuk kemiskinan yang diberikan manusia pada dirinya sendiri. "Orang bijaksana bukanlah orang yang mampu menghentikan perang dua negara, bukanlah orang yang mampu meredakan hati segerombolan manusia yang tengah dibakar api amarah, namun orang bijaksana adalah orang yang mampu menempatkan segala sesuatu di tempat yang semestinya." Bunga yang indah hanya tumbuh diatas tanah yang lembut, bukan diatas batu. Begitu pula ilmu dan kebijaksanaan, hanya tumbuh dihati orang-orang yang merendahkan diri, bukan di hati orang-orang yang congkak dan keras hati. "Lidah adalah ukuran untuk menilai kesombongan dan kebodohan, dan timbangan untuk mengetahui kecerdasan dan kebijaksanaan seseorang." Bersyukurlah jika hal ini terjadi pada hati anda : anda merasa bahagia saat mengerjakan amal baik, dan anda merasakan kegelisahaan saat mengerjakan perbuatan buruk. Itu menandakan bahwa hati anda masih hidup dan anda masih disayangi oleh Allah. Continue reading →